Tango adalah tarian yang telah dihargai dan dirayakan selama berabad-abad, dengan gerakan-gerakannya yang gerah dan musik yang penuh gairah memikat penonton di seluruh dunia. Namun seorang penari membawa bentuk seni tradisional ke tingkat yang lebih tinggi, mengeluarkan kekuatan Tango77 dan mendefinisikan ulang makna menari tango.
Temui Alejandro Rodriguez, penari tango kawakan yang telah mengasah keahliannya selama lebih dari 20 tahun. Dengan latar belakang balet klasik dan tari kontemporer, Rodriguez menghadirkan perpaduan unik antara presisi dan fluiditas dalam pertunjukan tango-nya. Namun pendekatan inovatifnya terhadap tarilah yang membedakannya dari rekan-rekannya.
Gaya khas Rodriguez, yang ia juluki Tango77, memadukan unsur tango tradisional dengan sentuhan modern dan improvisasi. Mengambil inspirasi dari jazz dan hip-hop, Rodriguez memadukan penampilannya dengan koreografi tak terduga dan gerakan dinamis yang membuat penonton tetap tenang.
Salah satu aspek kunci Tango77 adalah penekanan Rodriguez pada koneksi dan komunikasi antar mitra. Dalam tango tradisional, penari utama mendiktekan gerakan, sedangkan penari pengikut mengikuti. Namun di Tango77, kedua pasangan didorong untuk berkolaborasi dan menciptakan tarian bersama, sehingga menghasilkan pengalaman yang lebih organik dan spontan.
Ciri khas lain dari Tango77 adalah penggunaan musik oleh Rodriguez. Meskipun tango tradisional biasanya ditarikan dengan iringan tango klasik dan milonga, Rodriguez menggabungkan berbagai genre musik ke dalam penampilannya, mulai dari irama elektronik hingga pop Latin. Perpaduan musik yang eklektik ini tidak hanya menambah energi segar pada tarian, tetapi juga menantang penari untuk berpikir out of the box dan bereksperimen dengan gaya baru.
Namun mungkin aspek yang paling mencolok dari Tango77 adalah komitmen Rodriguez terhadap inklusivitas dan keberagaman. Sebagai seorang penari gay kulit berwarna, Rodriguez telah menghadapi banyak tantangan di dunia tango, di mana peran dan stereotip gender tradisional sering kali mendominasi. Namun alih-alih mengikuti norma-norma ini, Rodriguez malah menerima identitasnya dan menggunakannya sebagai platform untuk mengadvokasi representasi dan penerimaan yang lebih besar dalam komunitas tari.
Melalui lokakarya, pertunjukan, dan media sosial, Rodriguez menyebarkan pesan bahwa tango adalah untuk semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, ras, atau orientasi seksual. Dengan mendobrak hambatan dan membuka tarian ini kepada lebih banyak peserta, Rodriguez tidak hanya mendefinisikan ulang makna menari tango, namun juga menciptakan komunitas tango yang lebih inklusif dan dinamis.
Di dunia yang terus berkembang dan berubah, sungguh menyegarkan melihat seniman seperti Alejandro Rodriguez mendorong batas-batas tradisi dan merangkul inovasi dalam karya mereka. Melalui Tango77, Rodriguez tidak hanya mendefinisikan ulang tango, namun juga menginspirasi orang lain untuk berpikir di luar kebiasaan dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dalam karya seni mereka. Seperti kata pepatah, menarilah seperti tidak ada yang melihat – dan dengan Tango77, kemungkinannya tidak terbatas.
